Langkat terima penghargaan Kota Layak Anak kategori Pratama
Kabupaten Langkat menerima penghargaan Kabupaten Layak Anak (KLA) tahun 2022 dengan kategori Pratama. Penghargaan diterima langsung Plt Bupati Langkat, Syah Afandin didampingi Plt Ketua TP PKK Kabupaten Langkat, Endang Kurniasih.

Elshinta.com - Kabupaten Langkat menerima penghargaan Kabupaten Layak Anak (KLA) tahun 2022 dengan kategori Pratama. Penghargaan diterima langsung Plt Bupati Langkat, Syah Afandin didampingi Plt Ketua TP PKK Kabupaten Langkat, Endang Kurniasih.
Penghargaan tersebut diserahkan oleh Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi bersama Ketua TP PKK Provinsi Sumatera Utara, Nawal Lubis, di Aula T Rizal Nurdin Rumah Dinas Gubernur Sumatera Utara, Jl Jend Sudirman No.41 Kota Medan. Dihadiri 21 kepala daerah serta Ketua TP PKK kabupaten/kota se -Sumatera Utara, yang mengikuti dan meraih penghargaan program KLA.
Gubernur Sumatera Utara mengimbau agar seluruh kepala daerah yang ada di Provinsi Sumatera Utara lebih memperhatikan anak-anak yang ada di wilayahnya. Sebab anak merupakan aset bangsa dan harus dilindungi dalam kehidupannya. "Kita seluruh kepala daerah bertanggung jawab penuh dalam perlindungan dan kelayakan anak di daerah masing-masing," katanya.
Sementara Syah Afandin mengaku akan berupaya meningkatkan fasilitasi layak anak di Kabupaten Langkat. Ia menyebutkan, niatnya itu tidak saja untuk meraih kategori KLA lebih tinggi. Namun sebagai bentuk tanggungjawab pemerintah untuk melindungi anak.
"Kedepan, Pemkab Langkat akan lebih serius melindungi anak, sebab mereka adalah generasi berharga sebuah bangsa," katanya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, M Salim, Minggu (21/8).
Kegiatan yang dilaksanakan ini dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional. Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak sebagai leading sektor dalam urusan anak Indonesia mengangkat tema Hari Anak Nasional 2022 yakni "Anak Terlindungi, Indonesia Maju".
Tema tersebut diangkat karena saat ini Indonesia sedang memasuki era pasca pandemi COVID-19. Akibat pandemi yang terjadi membuat perubahan pola kehidupan anak mengalami berbagai penyesuaian kembali. Penyesuaian tersebut seperti dalam kehidupan bermasyarakat, belajar, dan pemanfaatan waktu luang sesuai protokol kesehatan.